Feeds:
Posts
Comments

Broken Strings

Let me hold you for the last time
It’s the last chance to feel again
But you broke me, now I can’t feel anything

When I love you and so untrue
I can’t even convince myself
When I’m speaking it’s the voice of someone else

Oh, it tears me up
I tried to hold on but it hurts too much
I tried to forgive but it’s not enough
To make it all okay

You can’t play our broken strings
You can’t feel anything
That your heart don’t want to feel
I can’t tell you something that ain’t real

Oh, the truth hurts and lies worse
How can I give anymore
When I love you a little less than before?

Oh, what are we doing?
We are turning into dust
Playing house in the ruins of us

Running back through the fire
When there’s nothing left to say
It’s like chasing the very last train
When it’s too late, too late

Oh, it tears me up
I tried to hold on but it hurts too much
I tried to forgive but it’s not enough
To make it all okay

You can’t play our broken strings
You can’t feel anything
That your heart don’t want to feel
I can’t tell you something that ain’t real

Oh, the truth hurts and lies worse
How can I give anymore
When I love you a little less than before?

But we’re running through the fire
When there’s nothing left to say
It’s like chasing the very last train
When we both know it’s too late, too late

You can’t play our broken strings
You can’t feel anything
That your heart don’t want to feel
I can’t tell you something that ain’t real

Oh, the truth hurts and lies worse
So how can I give anymore
When I love you a little less than before?
Oh, you know that I love you a little less than before

Let me hold you for the last time
It’s the last chance to feel again

James Morrison feat Nelly Furtado

Sebelumnya Saya minta maaf ya.. kalau ada kata2 yang sekiranya nanti dapat menyinggung suatu kelompok, perorangan, atau agama tertentu..

Tulisan ini cuma perenungan saya dalam menyiasati diri saya sendiri yang masiih susah khusyuk dalam shalat atau sering ada rasa ‘malas’ menjalankan shalat.

Harapan saya sih semoga temen2 juga bisa ngasih masukan yang membangun buat aku nantinya, trus.. lebih Alhamdullilah lagi kalo saya bisa memberi masukan ke temen2 dengan adanya posting ini. Ok?!

Sebenernya beberapa waktu lalu aku udah mulai mencari2, esensi apa yang harus saya temukan dalam ‘pertemuan’ saya dengan Allah melalui media shalat itu.

Lalu akhirnya muncul pemikiran (he he..ini ala aku doank lho yah), biar waktu shalat Saya itu ’soul’nya lebih DAPET, aku meng-aplikasikan dengan dunia nyata.

Gini, Hmm… Jadi awal2nya aku menganggap Allah adalah sesuatu yang sangat aku sayangi. Paling gampang mengambil analogi paling dekat misalnya pacar, lah. Soalnya saat2 ini, rasanya orang lebih sayang kepada pacarnya yah daripada kepada Tuhannya sendiri.

Misalnya begini, waktu2 shalat ini aku ibaratkan saat aku bisa “ngapel” dengan yang aku kasihi sayangi atau apa istilahnya. Dalam hal ini karena membahas shalat, jadi shalat itu adalah sarana “ngapel” ku dengan Allah. Disaat itu kita bisa serasa berkomunikasi dengan-Nya.. Maksudnya hmm.. connected gitu deh.

Klo udah perasaan kita aja connected dengan-Nya (seperti biasanya kita menganggap diri kita konek banget ama pacar tuw). Pasti rasanya nyaman saat “pertemuan” itu. Saat2 ngapel akan kita nikmati, kita jalani aja tanpa berfikir. Tau2 acara ngapel selesai dan nggak pengen berakhir aja. Hayo, bener gaa?..

Nah, sekarang paradigma ketemu pacar itu tadi yang kita alihkan ke shalat. Seharusnya kita menyayangi Allah lebih besar daripada kita menyayangi pacar kita kan? Itu seharusnya.. Tapi dalam prakteknya memang sulit banget. Manusia kalo udah ketemu orang yang disayangi, wuih.. bisa lupa waktu. hehehe.

Rasakan dalam hati kita bagaimana kalau sewaktu ngapel, pasangan kita itu nggak fokus. Entah sibuk ama jam, lah. Lalu dia kepikiran pekerjaan terus lah, padahal udah seminggu berkutat dengan pekerjaan dan hanya waktu ngapel itu dia ada kesempatan ketemu kita lho..

Dia ada di depan kita. Tapi hanya fisiknya aja yang ada di hadapan. Pikirannya sudah entah kemana-mana. Resah dan gelisah nggak tenang (sambil nada2 kepengen pamitan pulang terus, hehe). Pasti kita ngedumel kan?

“Huh, ni anak niat gak sih ngapelin Gue?!! Masa gak bisa nyediain waktu sedikit aja buat aku, sehariiii aja di weekend. Sehari itu pun nggak cuma sehari. Paling beberapa jam!! Huh.. sebel..” (hehe, biasanya cewek nih yang kayak gini)

Nah begitu juga ketika kita melakukan shalat. Pernah nggak sewaktu shalat kita kepikiran: “Aduh, kerjaan yang tadi udah Gue upload belom ya?”, “Kalo if-nya begini, nanti looping terus, kalo pake while aja gimana?”

Hahaha.. kalo saya sih bukan pernah. Seriing bahkan. Tell me you’re not :P

Jadi sewaktu pertemuan kita yang hanya kurang dari 5 menit itu dengan Allah, yang sudah mengasihi kita nggak berbatas, jauh dari kasih sayang yang pacar kita berikan aja kita sempet2nya mengingat pekerjaan, hutang, dan urusan duniawi lannya selain mengingat-Nya.

Bagaimana perasaan si cewek tadi ketika cowo’nya resah dan gelisah sewaktu ngapel? Bagaimana sikap kita seharusnya dengan Tuhan yang sangat menyayangi kita di pertemuan yang sangat singkat dan seharusnya kita rindu-rindukan itu?

Ada baiknya kalo temen2 juga merenungkan hal diatas..

Kalo perenungan a-la saya tadi kurang “masuk” dan kurang “bekerja dengan baik” buat temen2, temukan perenungan a-la temen2 sendiri yang kalian anggap paling “masuk”. Agar acara “ngapel” kita, momment tempat kita bisa memberikan pujian dan sanjungan kepada-Nya dan Rasul-Nya bisa berfungsi dengan maksimal dan sampai ke tujuan utama.

Bukan bersikap jaim waktu ngapel karena ada camer lagi duduk2 didepan rumah. Hehehe, bukan juga dengan melaksanakan shalat dengan baik ketika ada yang melihat.

Tulisan ini tamparan buat saya ketika udah menyadari esensi solat tapi masih melakukan yang nggak baik diatas. Tapi itulah Allah, Maha Pengampun. Mudah mudahan kita ditunjukkan yang mana yang baik selalu yaah…. Dan dihindarkan dari godaan2 setan bowk so pasti ;)

Amiiin…

Wow.. udah tanggal 7 . Hehe udah lama ya sejak pergi jal jal sek ama ibuk2 kemarin. Soalnya baru mood bikin reportnya sekarang nih :p

Kemarin acara dimulai dari jemput Dian ke Gresik, malemnya kami stay over at Liz’s house, trus paginya Nila dateng menggobrak2 kami yang baru mau akan mulai bersiap2.

Laluu.. biasa lah para wanita2 yang telah beranjak dewasa membicarakan tentang apa saudara saudara??!! Yap. Make Up!!.. :p

Sambil dandan sebelum berangkat, kami saling coba mencoba make up yang jumlahnya masih ga seberapa itu (maklum newbie, hikiki). Trus bagusnya, karena saling sharing, dapet banyak masukan banyak nih bout make up dari ibu-ibu yg involved (Nila, Dian, and Liz).

Lanjut, perjalanan dilanjutkan dengan Dian yang cari2 make-up di dept store terkemuka di kota Sby ini, trus kami2 ikutan nyoba2 (hihi untung mbak2 penjaganya sabar2 yah).

Ternyata di M****hari lagi dapet kupon belanja tuh, potongan Rp.50.000. Tapi ya itu, sayangnya, kudu dipake di hari itu juga. Udah gitu banyak syaratnya lagi, huh, menjengkelkan…

Waktu dah menunjuk2 di jam 8 malem sedangkan kupon diskonnya ditutup 1 jam lagi (ya iyalah, waktunya tokonya tutup). Trus daripada sayang kuponnya ga dipakai, akhirnya kami muter-muterrr….. ga jelas… sambil “hunting” apa aja disitu yang sekiranya kami butuhkan and bisa dipagkass harganya!! ha ha.

Wuiiiih…. bener-bener.. pengalaman tak terlupakan.. (hiperbola dikit ya? :D ) soalnya waktu itu benarr-benarr ketahuan baju2 di M***hari makin MAHAL MAHAAAL…. udah gitu gak worth the price!…

Hmm.. sebelumnya kami iseng masuk ke Z*ra, wow… harganya malah lebih murah dari baju2 di M***hari!!

Wow.. wow… cobain deh. Bagi ibu2 silahkan membadingkan :D

Meski seneng belanja kita juga harus smart doonk… Saatnya beli di pasar ya di pasar (ha ha). Tapi kalo di Z*ra ada yang harganya lebih worth dibanding yag ada di Departement Store ya kenapa enggak? Ya tho buu…. (weits.. gayaku ngomong udah ibu2 rumpi banget :P )

Wokey, sekarang saatnya pulang.

Sebelum pulang aku ama Lizz sempet mampir ke toko dulu buat beli clana-nya Lizz. Dian, Kayla si kecil, ama Nila yang dah kecapekan, nungguin di warung kopi :D

Setelah itu kami meninggalkan mol dengan capeknya… langsung bertolak ke Gresik lagi (untung supirnya masih kuat (haha, ampun Lizz :P ) untuk mengantarkan Dian n Kayla yang sudah bubuk dengan damainya..

Waah.. hebet lho Kayla betahh diajak jalan! Wah nampaknya ada sinyal mirip2 ibunya nih *laugh*

*peace yan!* (^^)v

Lalu kami mengembalikan Nila kerumahnya, dan tararaa.. Kemudian kami berfoto2 dikamar Nila n tak lupa mendandani Nila!! (mau aja se). *evil laugh* hohoho. Jadi lah Nila korban pencarian “angle” kami. Nanti di upload deh beberapa dari hasil pimpin’-up jeung Nila malam itu ;) okayyyh??!!

Kapan2 lagi ya buk ibuk yaah.. (tapi jangan sering2 rek, bokek *gigles*)

Older Posts »